Kamis, 30 Agustus 2018

Berbagai Penyakit Kucing yang Mematikan!


Kucing adalah hewan peliharaan paling favorit. Time spent with a cat is never wasted, kata Collete, novelis kenamaan Prancis. Memelihara kucing bukan hal yang sulit, namun bukan  berarti tidak lepas dari ancaman-ancaman penyakit baik dari virus maupun  bakteri dan jamur.
Beberapa  jenis penyakit yang berasal dari virus dan bakteri bahkan masuk dalam  kategori penyakit mematikan bagi kucing. Sebagian bisa ditangani dengan  vaksin namun beberapa masih belum ada penangkalnya di Indonesia.
Berikut  beberapa penyakit mematikan pada kucing berdasar penjelasan drh Nalia Putriyanda dalam acara gathering Komunitas Pecinta Kucing Jakarta di Taman Mataram, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (15/1).
1. Feline Panleukopenia Virus (FPV)
Virus  ini tersebar melalui feces, sekresi, muntahan, terbawa di pakaian dan  sepatu, dan lain lain. Virus ini merupakan virus paling mematikan dengan  angka kematian tertinggi bagi kucing.
Pada  kucing dewasa, gejala yang ditunjukkan berupa demam, lemah dan tidak  mau makan. Setelah 1-2 hari demam, kucing akan muntah dan diare yang  disertai darah. Pada anak kucing, penyakit ini bisa menimbulkan kematian  mendadak tanpa gejala.

2. Feline Calici Virus
Virus  ini menyerang saluran pernafasan, mulut, pencernaan, otot dan tulang.  Gejala yang ditunjukkan adalah hilangnya nafsu makan, mata berair,  hidung berlendir, luka pada lidah dan bibir, sulit bernapas dan sakit  sendi. Pada kasus berat juga terjadi pneumonia, hepatitis, dan  pendarahan.
Penularan  Feline Calici ini terjadi lewat lendir mata dan hidung, menghirup virus  dari bersin, penggunaan mangkuk makan dan litterbox bersama, dan  kontaminasi lingkungan.

3. Chlmydophilosis
Penyakit  ini disebabkan oleh bakteri Chlamydiasis felis yang kebanyakan  menyerang anak kucing berusia 5-12 minggu. Gejala yang ditunjukkan berupa demam,  bersin dan hidung berair, hilang nafsu makan dan mata meradang. Jika  tidak diobati infeksi matanya akan bertambah parah dalam 2 bulan dan  dapat menularkan melalui lendir matanya selama beberapa bulan.
Memakan  waktu pengobatan yang agak panjang selama 3-4 minggu. Jika mata kucing  sudah sangat parah dan tidak dapat diselamatkan akan dilakukan tindakan  operasi untuk mengangkat bola matanya (enukleasi).

4. Feline Rhinotracheitis
Penyakit  ini disebabkan oleh virus herpes yang menyebabkan masalah pada saluran  nafas bagian atas. Induk kucing yang sedang hamil dan kucing dengan  kekebalan tubuh yang buruk berisiko tinggi tertular.
Bersin  yang tidak terkontrol menjadi salah satu gejala yang dialami. Selain  itu juga keluarnya lendir bening atau hijau dari hidung, hilang  kemampuan mencium bau, mata mengeluarkan kotoran, radang mata,  seringkali kucing lebih suka memejamkan mata, demam, lemas dan  keguguran.
Gejala yang  ada akan membaik dalam 7-10 hari dan kesembuhan tergantung dari  kekebalan tubuhnya, nutrisi yang baik dan cairan tubuh yang terjaga.

5. Feline Infectious Peritonitis
Penyakit  ini disebabkan oleh virus Feline coronavirus (FCoV). Penularannya  terjadi melalui liur atau feses dan melalui plasenta dari induk ke anak.  Tingkat keganasan penyakit ini tergantung pada sistem kekebalan tubub  kucing yang terjangkit.Cara penularan utama adalah melalui luka gigitan, penularan induk ke anak melalui jalan lahir atau melalui ASI.  Kucing outdoor yang agresif dan sering berkelahi berisiko terkena virus ini.

6. Feline Leukimia Virus
Secara  umum, virus ini hampir sama dengan FIV yang sama-sama menyerang  kekebalan tubuh. Kucing yang terserang virus ini kondisinya akan menurun  dalam tiga tahun hingga mengalami kematian.
Menjilat  dan berkelahi merupakan penyebab umum terjadinya penularan. Anak kucing  juga dapat tertular saat di kandungan atau melalui susu induk. Kucing  juga dapat bersifat carrier, kelihatan sehat tetapi tetap berpotensi  menularkan.



0 komentar:

Posting Komentar